Perjuangan Seorang IBU
Total Pageviews
Monday, 21 December 2015
Friday, 18 December 2015
Kumpulan Puisi Tentang Perjuangan Seorang IBU
Jasamu ibu
Jasamu teramat besar untukku
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.
Sampai menjadi abu sekalipun
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
Engkau terlalu besar berkorban untukku.
Wahai ibu maafkan aku
Aku berbuat salah
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku
Aku minta maaf ibu.
Engkau adalah segalanya untukku
Gunung uang tidak akan bisa membelimu
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.
Ibu jika nanti aku sukses
Aku berjanji akan membahagiakanmu
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.Ibu Aku Merindukanmu
Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin rasanya memelukmu
Mencium aroma tubuhmu
Mendekapmu dalam sayang.
Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin kupandang wajahmu
Ingin kusentuh jemarimu
Ingin kukatakan aku sangat sayang padamu.
Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku selalu mengisi hatiku dengan tabah
Kujadikan setiap rindu airmata.
Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin ada di dekatmu
Merasakan sayangmu
Merasakan hangatmu.
Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku berkutak dengan sakit
Ingin rasanya aku menyusulmu
Ingin rasanya aku bersamamu di putih surga.
Ibu aku sangat merindukanmu
Tuhan dengarkanlah ini
Dengarkanlah bisu ini
Dengarkanlah sayatan rindu ini.
Ibu aku sangat merindukanmu
Semoga nanti kita bisa bertemu kembali
Berjanji untuk selalu bersama di kehidupan setelah mati.
Terima Kasih Ibu
Terima kasih ibu
Berkatmu aku ada
Bisa melihat warna warna dunia
Bukan hitam putih.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku menjadi jasad
Bisa berjalan kemana kaki ingin pergi
Hingga patah lelah.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku besar
Dewasa dan bijak
Didikanmu sudah mengubahku.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku memiliki keluarga
Memiliki ayah dan adik adik
Memiliki tempat yang selalu membuatku ingin pulang.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku memiliki nama
Nama yang pendek
Tapi indah bermakna.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku hidup
Bisa merasakan pahit manis hidup
Mengenal bahagia dan merana
Terima kasih untukmu wahai ibu.
Kamu Adalah Malaikatku
puisi untuk ibu karya: Rayhandi
Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita baik berhati baja
Wanita yang hidupnya hanya untuk kami.
Ibu
Kamu adalah malaikatku
Kamu adalah malaikatku
Kamu adalah malaikatku
Kamu adalah malaikatku
Kamu adalah malaikatku
Kamu adalah malaikatku
Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita baik berhati baja
Wanita yang hidupnya hanya untuk kami.
Ibu
Kamu adalah malaikatku
Aku lahir dari rahimmu
Keluar dari jasadmu.
Ibu
Wanita yang ada disetiap malamku
Mendoakan malamku.
Ibu
Saat aku tersenyum kau ada
Saat aku menangis kau juga ada.
Ibu
Dari merah aku sudah merasa cintamu
Cintamu untukku yang membuatmu berani.
Ibu
Engkau berani raib untukku
Engkau mau berkorban nyawa untukku anakmu ini.
Ibu
Seorang hawa yang tuhan kirim untuk menjagaku
Engkau tiada putih juga tiada sayap.
Wanita Miskin Itu
Wanita miskin itu
Yang memakai sendal jepit
Yang menjadi babu orang
Dia ibuku
Wanita miskin itu
Yang setiap hari bertemankan keringat
Yang tiada lelah menyeret kaki
Dia ibuku
Wanita miskin itu
Yang setiap gelap terlelap lelah
Yang setiap fajar bangun
Dia ibuku
Wanita miskin itu
Dia mencari nasi untukku dan adikku
Dia wanita terkuat
Tiada rasa lelah menghampirinya
Wanita miskin itu
Dia cahayaku
Dia menyinariku dari kesendirian
Dia berjuang darah untukku
Wanita miskin itu
Tiada pernah ia mengeluh
Ia yakin tuhan membahagiakannya
Dengan cara yang berbeda.
Wanita miskin itu
Dia tidak cantik tapi hatinya indah
Dia seorang wanita biasa
Yang memiliki cerita hidup yang luar biasa.
Wanita miskin itu
Wanita itu tidak kaya
Tidak juga fakir
Karena hatinya begitu hebat.
Wanita miskin itu
Kudoakan ia selalu
Malam dan siang menjadi saksi bagaimana ia menangis
Kelaparan hingga lapar merenggutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)