Sempat Dikira Demam Berdarah
“Saat itu anak saya
Ario Falah, berumur enam tahun. Dia sering batuk dan batuknya
berkepanjangan, tak urung sembuh. Karena ia batuk terus, saya jadi
curiga dan langsung periksa lab. Saat itu, Ario juga mulai tak nafsu
makan hingga turun bobot hingga 8 kilogram,” cerita Kartika yang kerap
dipanggil Ika saat ditemui Fimela Family.
Ika juga bercerita pada
saat itu kulit anaknya mengalami perdarahan sehingga timbul
bintik-bintik merah dan juga biru lebam, ia pun cepat merasa lelah.
“Awalnya, anak saya dikira dokter demam berdarah karena bintik-bintik
merah di tangan tersebut, tapi ternyata itu adalah perdarahan kulit yang
merupakan salah satu ciri anak kanker,” ujar Ika. Karena tak urung
sembuh, ia membawa buah hatinya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan
dari situlah ia tahu bahwa anaknya terkena penyakit Leukemia. Akhirnya,
ia diberi jadwal pengobatan selama dua tahun. Namun, dokter di Indonesia
menyarankan agar Ario dibawa ke Belanda agar pengobatannya lebih
intensif. Terbanglah Ika dan Sang Buah Hati bersama ayahnya (kakek Ario)
ke Belanda. Di Belanda, mereka diharuskan berada satu tahun untuk
mendapatkan perawatan yang intensif.
No comments:
Post a Comment