Ibu, semasa mudanya hanya hidup penuh perjuangan, karena terkendala
biaya, pendidikan Ibuk hanya tamat sampai Sekolah Dasar. Bekerja mencari
nafkah untuk dirinya sendiri, orang tua dan saudaranya yang selama ini
Ibuk masih menumpang, tidak memiliki rumah. Ibuk, hampir saja dijodohkan
dengan anak tetangganya. Tetapi, Ibuk memiliki pandangan lain, dia
lebih tertarik dengan kenek angkot yang biasa ada di pasar Batu dimana
Ibuk sering pergi ke pasar tersebut. Ya, dia akan menjadi Bapak atau
suami dari Ibuk.
Mereka berdua memiliki anak-anak yang kelak akan membahagiakan mereka
berdua. Zaman dulu memang kalimat ini masih sering terdengar “Banyak
anak banyak rezeki”. Dengan keuangan yang minim, Bapak hanya sebagai
supir angkutan kota, sebelumnya Bapak hanya menemani supir dan mencari
penumpang untuk menaiki angkotnya.
No comments:
Post a Comment