Ibu akan melakukan hal apapun bahkan bekerja keras tidak
seperti seorang ibu pada umumnya untuk mewujudkan impian anak-anaknya. Ibu
merelakan waktunya dan tenaganya untuk mencurahkan kesayangannya terhadap
anak-anaknya dalam kondisi ditinggal seorang suami. Ini adalah beberapa contoh
dari banyaknya seorang ibu yang bekerja keras untuk anak-anaknya.
Ketrina Lotkeri (67 tahun). Sejak ditinggal suaminya, ia
harus menghidupi kelima anaknya dengan menjadi pemulung. Pekerjaan yang kerap
dipandang sebelah mata ini dilakukannya demi menghidupi kebutuhan keluarganya.
Setiap hari Ketrina memulai harinya di pagi hari. Dengan
kontong plastic di punggungnya, Ketrina harus berjalan dengan menghirup udara
dingin kota ambon untuk mengais-ngais sampah. Sampai siang, hingga sengatan
matahari menyinari keningnya, ketrina tetap berjalan mengumpulkan sampah
buangan orang yang masih bisa dia manfaatkan.
Perjuangan dan kerja keras ketrina sebagai seorang ibu
tidak sia-sia, bahkan dia berhasil menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan
tinggi dari hasil memulungnya. Natalia
Lotkeri adalah anaknya yang sekarangan sedang menyenyam pendidikan sebagai mahasiswi
Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Dan Herodia Lotkeri yang sekarang
sedang sekolah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Bagi ketrina anak-anaknya adalah
harapannya, melihat mereka sukses di kemudian hari adalah kebahagian tersendiri
baginya.
Ini adalah makanan yang
tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah
keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk
saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung
tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut
diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih
menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah
sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg
beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya
tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan
membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan
berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali
tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah
melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi
daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah,
mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang
anak ini dipukul oleh mamanya.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Ini adalah makanan yang
tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah
keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk
saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung
tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut
diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih
menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah
sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg
beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya
tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan
membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan
berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali
tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah
melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi
daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah,
mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang
anak ini dipukul oleh mamanya.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
No comments:
Post a Comment