Total Pageviews

Friday, 11 December 2015

Perjuangan Seorang Ibu Yang Kuat

Ibu akan melakukan hal apapun bahkan bekerja keras tidak seperti seorang ibu pada umumnya untuk mewujudkan impian anak-anaknya. Ibu merelakan waktunya dan tenaganya untuk mencurahkan kesayangannya terhadap anak-anaknya dalam kondisi ditinggal seorang suami. Ini adalah beberapa contoh dari banyaknya seorang ibu yang bekerja keras untuk anak-anaknya.
Ketrina Lotkeri (67 tahun). Sejak ditinggal suaminya, ia harus menghidupi kelima anaknya dengan menjadi pemulung. Pekerjaan yang kerap dipandang sebelah mata ini dilakukannya demi menghidupi kebutuhan keluarganya.
Setiap hari Ketrina memulai harinya di pagi hari. Dengan kontong plastic di punggungnya, Ketrina harus berjalan dengan menghirup udara dingin kota ambon untuk mengais-ngais sampah. Sampai siang, hingga sengatan matahari menyinari keningnya, ketrina tetap berjalan mengumpulkan sampah buangan orang yang masih bisa dia manfaatkan.
Perjuangan dan kerja keras ketrina sebagai seorang ibu tidak sia-sia, bahkan dia berhasil menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi dari hasil memulungnya.  Natalia Lotkeri adalah anaknya yang sekarangan sedang menyenyam pendidikan sebagai mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Dan Herodia Lotkeri yang sekarang sedang sekolah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Bagi ketrina anak-anaknya adalah harapannya, melihat mereka sukses di kemudian hari adalah kebahagian tersendiri baginya.
Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak. Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana". Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak. Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana". Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

No comments:

Post a Comment